Konsep pemodelan desain grafik pada aplikasi mobile
1. Jelaskan elemen-elemen apa saja yang harus diperhatikan jika ingin mengaplikasikan desain grafis pada perangkat mobile!
1.Titik
Pertama ada elemen dasar dalam wujud titik. Titik dapat dikatakan sebagai elemen dasar dari sebuah karya desain grafis. Namun, titik dapat dikembangkan menjadi unsur-unsur desain grafis lain seperti garis.
Unsur titik adalah salah satu unsur seni rupa yang sebenarnya masih tidak tampak bentuknya. Saat mengamati titik, Anda tidak dapat melihat secara pasti apakah ada garis ujung. Anda juga tidak dapat mengenal bagian pangkal garis dalam elemen yang satu ini. Jadi, ciri umum dari unsur desain grafis berupa titik ini adalah mudah dipahami oleh siapa saja yang melihatnya. Titik juga adalah elemen seni rupa yang tak memiliki lebar dan panjang.
Untuk itulah ada beberapa ciri umum dari sebuah titik, yakni berukuran kecil dan memiliki bentuk sangat sederhana. Adapun bentuk umum dari elemen titik berupa lingkaran sederhana tanpa ada sudut sama sekali.
Ada pula yang mendefinisikan titik sebagai sebuah sudut tanpa arah pasti. Membuat titik pun sangat mudah. Dengan menekan kuas, pena atau pointer mouse ke kanvas pada software desain grafis pun, maka Anda sudah bisa membuat sebuah titik.
2. Garis
Berikutnya adalah aspek garis. Aspek atau elemen desain grafis garis ini dapat dibuat dari rangkaian elemen titik. Meski terkesan mudah untuk dibuat, kenyataannya masih ada banyak desainer grafis yang tidak paham konsep sebenarnya dari bentuk garis pada desain grafis. Salah satunya adalah definisi garis seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
Menjadi salah satu 7 elemen desain grafis, ternyata banyak orang tidak memahami bahwa garis adalah bentuk perluasan dari wujud elemen desain titik. Bisa diartikan bahwa garis menjadi sebuah alur yang dibuat menggunakan suatu gerakan yang berawal dari titik, kemudian diakhiri dengan titik pula.
Bayangkan Anda membuat dua buah titik yang berjauhan. Ketika Anda menggerakkan pena dari titik pertama ke titik kedua, maka Anda sudah menghasilkan sebuah garis.
Kemudian apa kegunaan sebuah garis? Fungsi dari sebuah garis adalah untuk membuat pandangan seseorang bergerak mengikuti arahnya, hingga mereka sampai dari satu objek ke objek lainnya.
Jadi, dalam beberapa gambaran desain, garis menjadi salah satu bentuk sederhana yang mana bisa memberi gambaran terkait satu arah informasi. Garis pun dapat digunakan untuk membagi sebuah ruang dalam desain.
Ada dua jenis dari garis yang perlu Anda pahami yakni garis kontur dan garis kaligrafis. Apa pengertian dari keduanya? Berikut jawabannya:
a.Garis Kontur
Garis kontur adalah sebuah elemen garis yang menjadi satu serta memberi tampilan bagian tepi sebuah bentuk atau objek gambar. Adapun fungsi dari garis kontur selanjutnya adalah untuk memisahkan setiap volume ataupun bentuk di sekitar objek dalam gambar.
Sebenarnya, penggunaan elemen garis kontur sanggup memberikan berbagai macam tema kepada desain grafis Anda. Namun mayoritas desainer grafis menggunakan atau mengaplikasikan garis kontur secara khusus untuk memandu pandangan mata seseorang untuk menjadi sebuah bentuk akhir.
Adapun beberapa variasi dari garis kontur terletak pada aspek tebal dan tipisnya. Perbedaan ketebalan garis kontur pun menjadikan desain grafis Anda mempunyai detail yang lebih sempurna dan enak untuk dilihat.
b. Garis Kaligrafis
Elemen garis kaligrafis memiliki kegunaan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan elemen garis kontur. Pada elemen garis kaligrafis, selain digunakan untuk membuat sebuah bentuk garis pada desain Anda, elemen ini juga bisa digunakan untuk membuat atau menciptakan karakter pribadi khusus dari desain Anda.
Jadi, dapat dikatakan bahwa garis kaligrafis merupakan sebuah wujud ekspresi yang lebih mudah diamati oleh audiens.
Selain itu, garis kaligrafis ini mempunyai unsur warna, ketebalan serta tingkatan gelap dan terang yang berbeda. Dengan garis kaligrafis, anda bisa dengan mudah mempertegas karakteristik dari Anda selaku designer serta gaya khas dari desain Anda.
3. Bidang

Selanjutnya adalah elemen bidang. Bidang menjadi salah satu dari tujuh elemen desain grafis yang memiliki wujud pipih dan tidak mempunyai unsur ketebalan di dalamnya. Dapat dikatakan bahwa elemen bidang mempunyai dua dimensi saja, yakni dimensi panjang dan lebar.
Adapun dimensi ketiga yang mungkin dimiliki oleh elemen desain grafis bidang adalah luas yang menjadi hasil perhitungan perkalian dari dimensi panjang dan lebar.
Bidang dapat dibentuk serta dilihat dari beragam posisi arah. Sebuah bidang baru dibatasi ukuran dan bentuknya jika terdapat garis yang digambarkan sebagai pembatas pada bidang. Untuk membentuk sebuah bidang pun, biasanya para desainer akan menggunakan beberapa garis elemen.
Patut untuk anda ketahui juga, terdapat tiga jenis kategori bidang secara umum, yakni bidang geometris bidang abstrak dan bidang natural. Penjelasan dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut:
a. Bidang Geometris
Bidang geometris adalah bentuk yang sangat umum kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk geometris ini memiliki sifat yang sangat terstruktur dan pasti. Adapun contoh-contoh dari bentuk geometris adalah bentuk lingkaran, segitiga, persegi, kotak, wajik dan masih banyak lainnya.
b. Bentuk Abstrak
Selanjutnya adalah bentuk abstrak. Bentuk abstrak sendiri diambil dari bentuk-bentuk natural yang ada di alam. Bentuk abstrak dibuat dengan menyederhanakan bentuk-bentuk benda yang ada di alam. Contoh pengaplikasian bentuk abstrak pada desain adalah simbol-simbol pada fasilitas umum dan rambu-rambu lalu lintas.
c. Bentuk Natural
Bentuk bidang yang terakhir adalah bentuk bidang natural. Sesuai namanya, bentuk bidang natural ini diambil dari bentuk hewan, tumbuhan dan manusia yang merupakan makhluk hidup
4.Tekstur
Sekarang kita akan melihat elemen dasar dari desain grafis yang keempat yaitu tekstur. Tekstur adalah salah satu elemen dasar dari desain grafis yang pembuatannya jauh lebih rumit dibandingkan titik, garis ataupun bidang. Contoh tekstur dapat diperhatikan dari sebuah permukaan benda dengan beragam corak, motif dan warna tertentu.
5.Bentuk
Selain dari tekstur, ada unsur penting dalam desain grafis yakni bentuk. Tentunya saat kita membicarakan 7 elemen desain grafis, maka kita tidak mungkin melewatkan aspek bentuk. Dapat dikatakan aspek bentuk adalah aspek elemen desain grafis pokok dalam 7 elemen desain grafis professional.
Bentuk memang tampak sekilas mirip dengan bidang. Hal ini dikarenakan bentuk mempunyai unsur diameter, tinggi dan lebar yang bisa dihadirkan oleh desainer melalui perpaduan antara beberapa garis. Selain itu bentuk juga bisa dibuat menggunakan gabungan konsep titik dalam jumlah yang besar. Bedanya, unsur bentuk dapat hadir dalam bentuk dua dimensi dan juga tiga dimensi.
6.Ruang
Ruang sangat diperlukan sebagai penentu antara jarak sebuah bentuk dengan bentuk lainnya. Oleh sebab itulah aspek ruang pun menjadi salah satu bagian dari 7 elemen desain grafis yang sangat penting untuk membangun sejumlah objek desain.
Secara otomatis, sebuah ruang dalam suatu karya desain grafis dapat dimunculkan akibat adanya pertambahan bentuk dan wujud objek desain. Secara teknisnya, aspek ruang memang berfungsi menjadi akses untuk menambahkan fokus mata atau pandangan audiens ke objek desain. Oleh sebab itulah, banyak desainer grafis menggunakan aspek elemen ruang untuk menentukan jarak dari sebuah bentuk objek dengan bentuk lainnya dalam karya mereka.
7.Warna

Elemen warna menjadi satu modal paling utama dalam memaksimalkan sebuah desain grafis. Sebuah desain grafis yang baik pasti akan memperlihatkan berbagai macam standar warna yang lebih beragam. Bisa dikatakan unsur warna inilah yang berperan penting membuat sebuah desain memiliki makna dan temanya tersendiri.
Warna menjadi salah satu unsur terpenting di sebuah objek desain. Oleh sebab itulah warna akan memberi unsur identitas. Pun juga beberapa manfaat lainnya dari warna, seperti lebih mudah dan tepat sasaran dalam menyampaikan pesan ke audiens.
Karakter warna bisa dibedakan berdasarkan pada objek desain. Jika kita perhatikan pada prakteknya, memang ada pembangunan unsur warna, seperti warna karena sinar atau yang sering disebut sebagai Additive Color atau RGB. Kemudian ada juga warna dari unsur tinta atau sering disebut sebagai Subtractive Color atau CMYK.
2. Berikan contoh aplikasi desain grafis pada perangkat mobile
- PicsArt
- Canva
- Adobe Photoshop express
- AutoCAD
- 3DC.io-3D Modelling
- Adobe Photoshop Lightroom CC
- Adobe Illustrator Draw
- AirBrush
- Snapseed
- Afterlight
- Adobe Photoshop MIX
- Adobe Photoshop Fix
- Infinite Design
- Designapp Design Graphic
- Desygner
Komentar
Posting Komentar